Langsung ke konten utama

Kekerasan Terhadap Mantan Istri

Senin 11/12/23, Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan putusan dalam kasus kekerasan seksual yang telah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir. Terdakwa, seorang pria berusia 28 tahun, dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan serangan seksual terhadap mantan isterinya di wilayah cilincing jakarta utara pada bulan November.



Menurut keterangan yang diajukan oleh jaksa penuntut, kejadian tersebut terjadi di sebuah appartement, di mana terdakwa menggunakan kekerasan fisik dan ancaman untuk memaksa korban melakukan tindakan yang melanggar hak asasi dan kehormatan dirinya.


Menurut keterangan kuasa hakim korban, pelaku mengancam melakukan hubungan badan sebanyak 7 kali dalam sehari dan pelaku juga mengancam apabila korban tidak menuruti maka tidak mendapatkan hak untuk hidup.


Setelah mempertimbangkan bukti-bukti yang disampaikan oleh kedua belah pihak, majelis hakim mengambil keputusan yang tegas. Terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun, sebagaimana yang diatur dalam pasal-pasal hukum yang berlaku terkait kasus kekerasan seksual.


Keputusan ini menyiratkan bahwa sistem peradilan kita menempatkan keselamatan dan keadilan bagi korban sebagai prioritas utama. Keluarga korban menyambut putusan ini sebagai langkah positif, namun juga menyoroti perlunya lebih banyak langkah pendidikan tentang pentingnya menghormati dan melindungi satu sama lain dalam masyarakat kita.


Kasus seperti ini menandakan pentingnya kita sebagai masyarakat untuk bersatu dalam menentang kekerasan seksual, memberikan dukungan bagi korban, dan memastikan bahwa hukum memberikan perlindungan yang layak bagi setiap individu. Mari kita jadikan ini sebagai panggilan untuk perubahan sosial yang lebih besar, di mana kekerasan seksual tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAWANCARA ARTIS TERNAMA

     

KIKY DIFABEL YANG MENGINSPIRASI

 KIKY DIFABEL YANG MENGINSPIRASI November 23,2023 Di tengah aroma kopi yang menggoda di Coffe & Tea Difabis, Kiky, seorang barista dengan keterbatasan pendengaran dan berbicara, menjalin kisah uniknya. Dalam kontribusinya untuk Coffe & Tea Difabis, sebuah inisiatif Difabel BAZNAS DKI, Kiky membawa nuansa positif dan makna mendalam. Dengan penuh semangat, Kiky menceritakan tantangan sehari-harinya. Meskipun mengalami kesulitan dalam miskomunikasi, ia menemukan dukungan penuh dari rekan kerja dan tidak pernah merasakan perlakuan kurang baik dari pelanggan. Sebaliknya, setiap cangkir kopi yang dihidangkan oleh Kiky adalah karya seni dengan cinta dan dedikasi. Dalam upaya memperkuat komunikasi di antara Kiky dan pelanggannya, kafe ini memperkenalkan abjad Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) melalui banner, menciptakan cara yang unik dan inovatif untuk berkomunikasi non verbal. Masyarakat umum dapat belajar dan mengapresiasi keunikan profesi ini, memberikan penghargaan setiap teg...

MISTERI “Ambulans” di Museum Satria Mandala